Bagaimana Pengolahan Limbah Air Pada Industri Percetakan

Indonesia memiliki berbagai macam industri yang bisa menaikan perekonomian negaranya. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak industri yang menghasilkan limbah air yang dapat merusak lingkungan, tidak terkecuali industri percetakan.

Bagaimana Pengolahan Limbah Air Pada Industri Percetakan

Untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan akibat limbah air, pihak industri percetakan harus mampu mengolah limbah airnya menjadi lebih aman. Terlebih lagi limbah air mereka banyak mengandung zat kimia yang berbahaya, seperti aseton, aster, maupun logam beratnya (krom, cobalt, mangan).

Selain untuk terhindar dari kerusakan lingkungan, tujuan pengolahan limbah air industri percetakan adalah mengubah jenis dan karakteristik limbah airnya supaya tidak berbahaya lagi maupun dapat dipergunakan lagi. Ada beberapa teknik dalam pengolahan limbah air industri percetakan, yakni plasma, filter air, proses kimia, insenerasi, destilasi, maupun destruksi suhu tinggi.

  1. Proses kimia

Proses kimia atau oksidasi-reduksi merupakan elektron yang dilepaskan dengan meningkatkan bilangan valensi materi yang selalu diikuti oleh reaksi reduksi. Sedangkan reduksi adalah elektron dari luar diterima valensi materi untuk diturunkan bilangannya.

Kedua reaksi ini biasa dikenal dengan reaksi redok. Reaksi redok ini dapat menurunkan tingkat senyawa yang ada pada limbah air industri percetakan sehingga bahan pencemarnya tidak beracun lagi.

  1. Elektrolisis

Prinsip dasarnya dari teknik ini adalah menggunakan pelapisan logam secara listrik pada limbah air yang diolah. Ion-ion logam yang berasal dari anoda dan elektrolit yang dipakai ditempatkan pada wadah limbah air dengan menambahkan elektron pada logam yang sebagai pelapisnya.

Saat menggunakan teknik ini, limbah air yang mengandung senyawa logam dapat larut dan diubah menjadi elektrolit. Logam-logam yang sudah larut tersebut akan bermuatan listrik dan akan ditarik oleh katoda sehingga terjadi penggumpalan untuk memisahkan logam dengan cairannya.

Air yang bebas dari logam yang sudah dilarutkan, kemudian diproses kembali untuk dihilangkan zat racunnya.

  1. Plasma

Konsep yang digunakan pada teknik ini adalah menggunakan oksidasi lanjutan yang telah dikombinasikan dengan sinar UV, ozon, serta plasma. Gas ozon mampu menghilangkan berbagai macam bakteri dan mengurainya, sehingga pada saat dikeluarkan ke sungai atau danau tidak mencemari lingkungannya dan hasilnya dapat digunakan kembali dengan aman. Proses ini biasanya dilakukan pada tahap pertengahan pada proses pengolahan limbah air industri percetakan.

Artikel ini sudah pernah dibahas sebelumnya di www.IpalBioRich.com.

Tags: