Cara Merawat Bayi Laki – Laki

Bayi laki-laki memiliki beberapa keistimewaan dan perbedaan dengan bayi perempuan. Hal ini membuat orang tua tidak dapat menerapkan semua metode perawatan anak perempuan kepada anak laki-laki. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangkaian cara merawat bayi laki-laki yang benar. Jika belum pernah memiliki bayi laki-laki sebelumnya, maka orang tua dapat mengikuti beberapa tips dan cara merawat bayi laki-laki dengan sebaiknya.

  1. Pelajari karakter dan cara berkembang anak laki-laki. Anak laki-laki memiliki sifat yang lebih sibuk dibandingkan anak perempuan. Jika sudah bisa merangkak dan berjalan, anak laki-laki cenderung akan terus bergerak kesana-kemari. Anak laki-laki akan mengalami perkembangan yang lebih lambat dalam kemampuan berbicara dan berbahasa. Anak perempuan akan lebih cepat satu atau dua bulan dalam mempelajari kemampuan ini.
    Namun, kemampuan ini dapat dikejar dan disamakan oleh bayi laki-laki saat ia berusia tiga tahun. Anak laki-laki juga memiliki karakter yang lebih berani dibandingkan anak perempuan. Anak laki-laki akan memperlihatkan respon terkejut yang lebih sedikit dibandingkan anak perempuan, misalnya respon terhadap suara yang mengejutkan atau respon saat terjatuh. Selain itu, anak laki-laki juga cenderung mengabaikan peringatan yang diberikan kepadanya. Misalnya, ia tidak akan terlalu peduli saat ibu melarangnya memainkan sesuatu.
  2. Menjaga kebersihan tubuh bayi. Salah satu bagian yang harus dibersihkan dengan benar adalah organ intim bayi laki-laki. Saat bayi buang air kecil dan besar, ibu harus segera membersihkan organ reproduksi dan ekskresi bayi. Ambilan tisu atau kapas yang sudah dicelupkan ke dalam air hangat. Kemudian lap bagian tubuh bayi yang terkena kotoran. Jangan menarik kulit luar penis terlalu kencang karena dapat membuat bayi kesakitan.
    Bersihkan seluruh bagian agar tidak ada kotoran yang tertinggal. Jika menggunakan air, alirilah air ke seluruh bagian organ tersebut dan bersihkan secara perlahan. Membersihkan bagian ini dengan sebaik mungkin akan mencegah ruam popok dan infeksi yang dapat terjadi pada kulit bayi. Saat membersihkan organ intin bayi, ibu juga harus mengamati kemungkinan kelainan yang dialami bayi.

Tags: